Ada satu hal yang pengen banget gue share disini, tentang satu kejadian yang gue alamin Jumat kemarin. Satu kejadian yang simpel banget, tapi gue yakin akan maknanya yang cukup dalem sehingga penting bagi gue untuk membaginya pada kalian *mata berbinar*
Jumat kemarin, seperti biasa sekembalinya gue dari Bastorjuh, a.k.a Basis Sektor Tujuh, atau lebih dikenal sebagai kontrakan gue - tempat persinggahan gue selama weekdays disaat gue harus berkuliah, gue sedang mengadu peruntungan (kesannya...) menunggu ojeg yang datang di pintu gerbang komplek. Oke, sebentar... Dimaksud "mengadu peruntungan" disini karena kejadian itu berlangsung jam12 teng, dimana biasanya para lelaki (termasuk tukang ojeg) lagi sholat Jumat. Pas gue lagi jalan celingak-celinguk nyari ojeg, disebelah gue terlihat *tampak belakang* sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak, Ibu dan anak perempuannya berjalan diantara mereka. Terlihat mereka bertiga bergandeng mesra dan berhimpitan penuh rasa cinta berjalan ke pos utama di pintu gerbang kompleks gue itu.
Apa yang terlintas di pikiran gue?
"Apa banget deh betigaan begandengan gitu.. So(k) sweet deh kadang-kadang. Ini bukan lagi tamasya, gitu?"
total sarcasm.
Tapi, seketika semua kesinisan dan umpatan sarkastik tadi hilang sekejab ketika gue melihat mereka dari tampak depan. Sang Bapak dan Ibu ternyata seorang Tuna Netra, dan si anak perempuan mereka tadi ternyata menggandeng mereka berdua bukan untuk "Family-PDA", melainkan untuk menuntun Orangtuanya berjalan. Tidak salah lagi, si Bapak adalah tetangga dari cluster sebelah yang sering gue temuin kalau lagi naik angkot komplek. Biasanya kalau di angkot, si Bapak duduk di samping sopir dan diturunkan di depan rumahnya. Hanya bermodalkan tongkat sebiji, menurut pengamatan gue, keliatannya dia bepergian kemana-mana sendiri.
Sebenarnya, apa yang gue dapetin dari kejadian ini adalah betapa beruntungnya kita masih punya kedua orangtua yang lengkap dan baik, tanpa kurang satu apapun. Dengan sabar mereka selalu berusaha memenuhi segala "rengekan" kita. Dari mulai yang ringan, spereti tambahan duit misalnya, kalau kita mau jalan. Bahkan sampai permintaan yang "Wow", seperti minta dibeliin mobil atau motor, mungkin? Ga segitu aja dong, coba inget-inget apa yang udah kita dapat dari orangtua yang selalu ada di samping kita. Padahal apa yang kita beri ke mereka masih sangat jauh dari kata cukup untuk mebalas semua yang mereka kasih ke kita selama ini. Bayangkan juga kalau misalnya kita yang ada di posisi si anak perempuan tadi, belum tentu kita masih seceria dia. Kita kerap kali ngatain orangtua di twitter atau status BBM dan sebagainya, kebayang apa yang mereka rasain kalo mereka ngebaca itu? Ssst... Gue juga sempat kok melabil kaya gitu, back then.. tapi kalo dipikir-pikir its just really not worth it.
so lucky to have 'em!
this blog is dedicated to them.
aku sayang kalian, mama dan papa! u're the best in the whole world!











